Setelah artikel terakhir yakni Misteri Aliran Dana BI yang menyebutkan satu kesimpulan atas bencana-bencana di indonesia, sebenarnya sudah di berikan satu pertandaNya lewat pemimpin tertinggi negeri ini, antara lain memuat(kutipannya)
Ada apakah presiden SBY yang terkait dengan rapat 22-juli itu (dari besan beliau diatas) ? inilah misteri yang beberapa waktu lalu terkuak, bahwa kedekatan SBY dengan peristiwa-peristiwa tanggal yang mudah di-ingat yakni 22 atau HUT beliau memunculkan suatu pesan akan datangnya bencana dahsyat, hal ini antara lain
- Saat Tsunami Aceh 22/12/2004 lalu atau 4 hari sebelum Tsunami Aceh, maka heli yang merupakan bagian pengawalan SBY jatuh (baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004
- Banjir besar Jakarta 2-2-2007 yang akhirnya membuat Pak SBY retreat ke Cikeas (baca Banjir Besar Jakarta, Mengapa Tepat 2-2-2007 ?
- Istana pagaruyung terbakar di sambar setahun setelah pak SBY di lantik tgl 22/09/2006, maka setelah itu Gempa sumbar terjadi (baca [Fenomena] ‘Petir’ Allah
- Pasar turi terbakar untuk kedua kalinya tepat ULTAH bpk SBY 9/9/2007, lalu 3 hari setelah itu gempa bengkulu 12/09/2007 (baca [Gempa] Bengkulu, Sebuah Bencana yang Berulang
Sebenarnya misteri apakah tgl tgl itu ? tidak lain itulah tgl yang mudah di-ingat, sehingga saat ini pak presiden SBY terkena melalui besan beliau, akibat rapat tgl 22-juli-2003 lalu …. BENCANA BESAR APAKAH YANG insyaAllah AKAN TERJADI ? Hal ini untuk menguak misteri aliran dana BI yang kebetulan pula terkait dengan HUT kejaksaan (baca Misteri Hari Jadi Kejaksaan)
Bagaimana dengan saat ini ? dimulai rombongan SBY-JK sholat di masjid istiqlal (diselesaikan bangunannya 22-2-1978 (baca) Bunuh Diri Istiqlal, mengapa tepat 01-10-2008 ?) maka kini rombongan SBY ketiban ’sial’ lagi yakni
Pengamanan Presiden Senggol Enam Ojek
*2 Prajurit Luka
Pasuruan-Surya-Truk Yonkav 8/Tank 5217-01 Beji Pasuruan yang mengangkut satu peleton (30 personel) pasukan dari tugas pengamanan kegiatan kepresidenan di Malang, Senin (13/10), menabrak minibus Suzuki Super Carry dan enam motor ojek yang diparkir di tepi jalan raya Karangsono, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Tabrakan pada sore hari itu mengakibatkan tiga orang terluka. Yakni Prajurit Dua/Prada Moechtarom (sopir truk Yon Kav 8/Tank), Prajurit Satu/Pratu Fendy Haryanto (anggota Yon Kav 8/Tank), dan Kastoyo (tukang ojek yang tinggal di Purwosari, Pasuruan).
Ketiga korban luka itu dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Panca Dharma, Sukorejo, untuk mendapatkan perawatan. Namun, kabar kemudian menyebutkan, salah-satu dari dua prajurit TNI tersebut harus dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang..
“Awalnya, truk Batalyon Kavaleri 8/Tank dan minibus Suzuki Super Carry berjalan searah dari Malang,” kata Kepala Unit (Kanit) Laka Polres Pasuruan Iptu Supriyadi.
Kecelakaan terjadi saat Suzuki Super Carry N-1175-AG yang dikemudikan Sholahudin, 36 (warga Desa Pagerbaran, Purwosari) tiba-tiba berusaha berbalik arah, sehingga truk Yon Kav 8/Tank yang berada di belakangnya menabraknya dari belakang.
Untuk menghindari kecelakaan lebih parah, Prada Moechtarom yang mengemudikan truk Yon Kav 8/Tank membanting setir ke kiri. Namun truk nahas itu justru menabrak enam sepeda motor tukang ojek yang sedang mangkal di tepi jalan dekat perusahaan karoseri Tugas Anda.
“Truk milik tentara itu berupaya menghindari kecelakaan lebih fatal dengan membanting setir ke kiri jalan. Tak tahunya, banyak tukang ojek yang tengah mangkal menunggu penumpang di kiri jalan itu,” terang Suyono, 32, satpam karoseri Tugas Anda yang mengaku mengetahui kejadian itu.
Akibat kecelakaan tersebut, bumper dan kaca belakang Suzuki Carry rigsek dan bagian depan truk Yon Kav juga ringsek.Sementara itu, enam sepeda motor ojek yang sedang diparkir di tepi jalan ringsek berat dan ringan. Rincian ojek yang tertabrak itu adalah Honda Kirana bernopol N 5011 T milik Mustakim; Honda Grand nopol N 4061 TB milik Komari; Honda Prima milik Kastoyo bernopol N 4559 BB; Yamaha Vega bernopol N 3375 VI milik Rudi; Kawasaki KZ nopol W 5855 PS milik Banaji; Honda Grand nopol N 5493 T milik Sunardi.
Saksi korban, Sholahudin, 36, yang juga sopir Suzuki Super Carry menjelaskan, kecelakaan terjadi saat ia berusaha berusaha berbalik arah.
“Saya yang berjalan dari arah Malang dan akan berbalik ke arah Malang telah menyalakan lampu sein tanda akan membelok. Namun mendadak truk Yon Kav 8 yang berjalan tanpa pengawalan itu menabrak bagian belakang mobil, sehingga bumper dan kaca bagian belakang pecah,” katanya.
Seorang tukang ojek, yakni Kastoyo, mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.Prada Moechtarom mengalami luka pada bagian punggungnya dan tidak sadarkan diri, sedangkan Pratu Fendy Hariyanto mengalami luka-luka pada bagian kepalanya.
Mengetahui peristiwa tersebut, masyarakat bersama petugas yang kebetulan saat itu tengah berjaga menunggu semua rombongan SBY melintas, langsung memberikan pertolongan.
Semua korban dilarikan ke RS Panca Darma, Kecamatan Sukorejo. Para wartawan yang ingin mengetahui kondisi para korban saat itu juga langsung meluncur ke rumah sakit.
Namun penjagaan cukup ketat, dan wartawan tidak diperbolehkan mengambil gambar serta memasuki rumah sakit. Saat itu, diketahui salah seorang korban dari TNI dilarikan ke RS Saiful Anwar Malang.
Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kabupaten Malang kemarin dalam rangka meresmikan Rumah Sakit (RS) lapangan yang berada di kawasan Batalyon Kesehatan (Yonkes) Divisi Infantri (Divif) 2 Kostrad di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso.
RS lapangan dari tenda dengan sistem bongkar pasang itu, setara dengan RS umum tipe C. Ia dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti perlengkapan obat-obatan, tenaga medis sebanyak 82 orang, termasuk delapan orang dokter spesialis.
Kapasitas tempat tidur pasien sebanyak 50 unit dan mampu memberikan layanan pada pasien maksimal selama 14 hari, jika ternyata pasien membutuhkan waktu lebih dari 14 hari, maka akan dilakukan pendataan ulang terutama yang menyangkut obat-obatan.
Kemudian Ibu Ani Yudhoyono meresmikan Rumah Pintar “Cakra Cendekia I” yang dibangun dari sumbangan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) yang juga terletak di areal kompleks Yonkes Divif 2 Kostrad.
Rumah pintar tersebut dilengkapi dengan 5.000 judul buku, laboratorium komputer dan internet, alat bermain anak serta tempat pembelajaran. Selain meresmikan Rumah Pintar, Ibu Ani Yudhoyono juga menyerahkan bantuan 18 unit mobil pintar, di mana setiap mobil pintar diisi sekitar 1.500 judul buku.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi anarkis itu dilakukan oleh pengunjukrasa yang kurang puas dengan penjelasan pihak KPUD Tapanuli Utara (Taput) terkait temuan berbagai macam kecurangan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Taput, Senin (27/10).