Orang-orang yang beriman pasti akan selalu berusaha mendapatkan rezeki yang halal baik benda maupun caranya, agar perilakunya istiqamah dalam kebaikan.

Hal ini sebagaimana dinyatakan di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 172, ”Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.”
Sebaliknya, makanan yang haram, baik substansi maupun cara mendapatkannya, meskipun secara lahiriyah mengandung gizi dan vitamin yang cukup, akan menumbuhkan perilaku yang buruk dan merusak, baik bagi dirinya maupun bagi keluarganya di dunia ini maupun di akhirat nanti. Sabda Rasulullah SAW, ”Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka neraka lebih utama baginya.” Artinya, makanan yang haram itu akan mendorong perilaku yang jahat, yang menyebabkan kecelakaan yang bersifat abadi di akhirat nanti.