Sebuah ajang lomba minum bir mengantarkan seorang gadis muda cantik jelita ke alam baka. Setelah menghabiskan beberapa botol, Jenna Foellmi tidur dan tak pernah bangun lagi.
Insiden itu berlangsung 14 Desember 2007. Tetapi, itu bukan satu-satunya di Amerika. Pagi itu, setelah semalaman berpesta di Johnson Street, Jenna (20) dan beberapa teman sebayanya tertidur bergelimpangan di ranjang dan sofa. Ketika salah satu gadis mencoba membangunkan Jenna, tubuh Jenna kaku dan dingin.
Mahasiswi biokimia di Winona State University itu diketahui tewas akibat keracunan alkohol pada 14 Desember atau sehari setelah menyelesaikan ujian terakhirnya semester itu. Menurut polisi, malam sebelumnya Jenna menghabiskan tiga botol bir, setelah itu ikut lomba minum bir (beer pong). Belum cukup, ia masih menenggak beberapa gelas vodka.
Bagi keluarga dan teman-temannya, kematian Jenna sangat tragis. Namun, peristiwa semacam itu jamak di Amerika Serikat. Analis di Associated Press meneliti catatan federal yang menemukan bahwa 157 anak usia mahasiswa (18-23 tahun) mabuk sampai mati pada tahun 1999 hingga 2005. Ini angka terakhir yang tersedia. Angka ini meningkat dua kali lipat dari 18 orang pada 1999 menjadi 35 orang pada 2005. Angka terendah tercatat pada 2001, yaitu 14 orang. Selama rentang tujuh tahun itu, 83 korban berusia di bawah batas usia yang diizinkan minum alkohol, yaitu 21 tahun.
“Selalu saja ada masalah di kalangan anak muda dan alkohol, tetapi tampaknya sekarang sedikit lebih intens dibandingkan sebelumnya,” kata Connie Gores, wakil presiden untuk masalah mahasiswa di Winona State University.
