Lain Stand, Lain Menunya
Untuk ke-16 kalinya acara akbar Indonesia International Motor Show (IIMS) digelar di Jakarta Convention
Center (JCC) pada 11-20 Juli 2008 silam. Acara yang mengusung tema “Advanced Motoring, Hi-Quality Living”, memang makin ciamik aja.
Banyak produk menarik yang siap jual, akan segera dijual, maupun yang masih konsep. Johnny Darmawan, ketua panitia, jauh-jauh hari sudah menyuarakan kalau IIMS ke-16 yang di-imami-nya, tak mengejar penjualan. ”Tujuan utama bukan untuk berdagang. Pameran ini untuk menancapkan image dan memberi informasi kepada khalayak tentang kemajuan teknologi otomotif yang ramah lingkungan,” ujar lelaki yang juga menjabat wakil ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Perhelatan ini memang ingin membuat masyarakat tetap berkendara nyaman dengan teknologi kendaraan masa depan. Tetapi, sekali lagi, tujuan utama adalah untuk memberi edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Namun begitu, jamak terjadi, ajang pameran yang dihelat bukanlah semata ingin memajukan atau menginformasikan keberadaan teknologi anyar. Tetapi berujung pada pemasukan, berapa besar yang bisa diraih.
Selain itu, walau tak diumumkan secara resmi, tetapi target yang dicanangkan pun dibuat lebih tinggi. Bila penjualan di IIMS tahun 2007 sebesar Rp 1.532.118.627.000, saat ini targetnya hanya dinaikkan 1.600.000.000.000. Bila melihat target itu, sesungguhnya tak terlalu muluk. Maklum saja, sejumlah indikator ekonomi saat ini terbilang tak menentu. Naiknya suku bunga acuan (BI rate) mencapai 8,75% memaksa leasing atau perusahaan pembiayaan lain juga menaikkan bunga cicilan.
Pameran kali ini pun bukan cuma dihantui sektor ekonomi saja. Suhu politik yang mulai memanas lantaran mendekati pemilihan umum presiden, juga membuat segala isu bisa sensitif. Apalagi pemerintah sudah mengatrol harga BBM bersubsidi premium dan solar rata-rata 30%. Isu ini bisa menjadi ganjalan, lantaran industri otomotif dianggap salah satu biang pemborosan.
FT-HS
Ini jagoan teranyar dari Toyota. Sebuah mobil sport yang mengusung mesin hibrid. Sebenarnya rada aneh
juga ya, yang namanya hybrid tentu maunya irit dan akrab lingkungan. Jadi kesannya kok bertentangan antara irit dan ngebut. Ya kan? Tapi ndak begitu buat Toyota, mereka justru menganggap ini sebuah tantangan, dan mereka menjawabnya lewat FT-HS ini. Memang masih berupa mobil konsep sih, tapi jangan salah, mobil ini bisa ngebut dari 0 km ke 60 km/ jam hanya dalam empat detik! Tenaga yang disemburkan 400 tenaga kuda!
Kata Chiharu Tamura si penggagas FT-HS ini, mobil yang ditenagai mesin 3500 cc/ V6 ini serasa Ferrari dengan bensin seirit mobil empat silinder.
Robotik di IIMS 2008
“Siapa bilang bikin robot susah? Jangan Cuma bisa mainnya saja. Ikutan acara ini, pasti bisa dapat ilmu dari ahlinya sekaligus bikin robot sendiri,” kata Lucas G., pendiri Klub Robotik G-Com Teknologi. Pria asal Surabaya ini begitu ramah saat dikunjungi KOMITE di stand-nya. “Bersama Klub Robotik, peserta akan belajar mekanika, elektronika, dan komputer untuk mengendalikan robot. Di sini, kreatifitas merancang dan mengendalikan robot dilatih,” tambah Lucas.
Perkembangan robot memang tak lepas dari kebutuhan manusia. Robot, sejak awal dihadirkan untuk membantu pekerjaan manusia. Di Indonesia sendiri, teknologi robot sudah digunakan, tidak hanya untuk produksi di pabrik-pabrik. Namun juga sudah dimanfaatkan untuk membantu kepolisian dalam hal ini, unit Gegana untuk mendeteksi dan menjinakkan bom.
Sementara itu, Honda melalui robot Asimo yang dikembangkan sejak tahun 1990-an, ingin menunjukkan keserasian antara teknologi dan manusia. Teknologi yang digunakan pada Asimo dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan teknologi robotik di Indonesia.
Melon Mekarsari
Tak hanya otomotif dan robot, kehadiran Mekarsari memberi warna lain pada IIMS 2008. Saat mengunjungi stand Mekarsari, KOMITE disapa seorang perempuan ayu. Ialah Sonia Octarina, Public Relation Taman Wisata Mekarsari (TWM) Jalan Raya Cileungsi-Jonggol, Bogor. Sampai saat ini setidaknya ada tiga jenis buah dengan beberapa varietas unggulan yang dikembangkan, yaitu nanas, melon, dan belimbing.
Ada lima varietas melon yaitu Renong, Jade Flower, Golden Sweet, Glamour, dan Cantelope (Melon Jepang). Melon-melon itu dikembangkan secara hidroponik alias tidak menggunakan media tanah. Sedangkan belimbing yang dikembangkan ialah Belimbing Malaya dan Belimbing Matahari. Total semua varietas tanaman yang ada di TWM berjumlah 800 di areal seluas 264 hektar.
Sonia menuturkan bahwa TWM telah mebangun sebuah community building di enam desa di Cileungsi. Penduduk desa diberi bibit, setelah panen hasilnya dipasarkan melalui TWM. Akibatnya, ribuan orang terbebas dari pengangguran. Hal itu sejalan dengan filosofi bangunan air terjun bertangga yang ada di depan TWM. Diharapkan kehadiran taman buah ini seperti air yang membawa kesejukan dan kemakmuran bagi masyarakat sekitar.
Penggerak Perekonomian Indonesia
Industri otomotif nasional merupakan salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia. Industri ini menjadi mata rantai bisnis dari manufatur komponen dan kendaraan itu sendiri, jaringan distribusi dan layanan purna jual. Penjualan otomotif pada 2007 sebanyak 433 ribu unit meningkat 30% dari 2006. Pada 2008 penjualan akan menyampai 500.000 unit dengan pertimbangan kenaikan harga minyak.
Pameran kali ini diadakan untuk meningkatkan kreativitas produsen otomotif demi menciptakan mobil ramah lingkungan. Kendaraan ramah lingkungan yang dipamerkan kali ini menggunakan energi hybrid, gas, dan biofuel. Ajang ini diadakan agar setiap produsen otomotif dapat berlomba menunjukan teknologi terbaru mereka yang ramah lingkungan. Diharapkan IIMS 2008 ini dapat mendongkrak geliat industri otomotif di tanah air.
Selain itu, pemerintah diharapkan dapat menjamin bahan bakar yang sesuai dengan kemajuan teknologi otomotif. Penggunaan komponen dan material mobil yang digunakan ke depan akan didesain dengan bahan ramah lingkungan dan daur ulang. Gaikindo juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan dengan kebijakan yang mendukung ATPM untuk meningkatkan industri otomotif di tanah air.
Industri ini akan bekerja keras dan konsisten untuk meningkatkan kemampuan. Walau semester pertama 2008 penjualan otomotif sudah mencapai 290 ribu unit dan ekspor lebih 50 ribu unit, dengan mencermati kenaikan harga minyak dunia, inflasi yang dijaga pemerintah, Gaikindo optimistis mampu mencapai penjualan 520 ribu unit dan ekspor lebih dari 100 ribu unit. Momentum saat ini akan tetap dijaga agar industri otomotif Indonesia tetap dapat diakui oleh negara-negara lain. Wallahu a`lam. [Pay]